Ahok BTP: luar biasa! (2)

3) Jaminan sosial dan bantuan sosial
Dewasa ini pemberian barang-barang atau bahkan uang dalam rangka pemenangan seseorang menjadi kepala daerah atau pejabat daerah sudah menjadi tontonan yang biasa. Pak Ahok sendiri tidak setuju dengan ide seperti itu, menurutnya untuk menarik simpati rakyat cara-cara seperti itu kurang tepat. Beliau sendiri dalam usahanya berkampanye menuju kursi DPR RI tidak pernah memberikan barang atau uang, tapi langsung terjun ke tengah masyarakat dan berdialog langsung. Lagi, menurutnya rakyat jangan diberikan uang tapi berikan pengajaran dan pengertian. Ajaibnya cara ini berhasil dan malah mengantarkannya melenggang ke Senayan. Hal ini menurutnya membuktikan bahwa yang dibutuhkan bangsa ini bukanlah bantuan sosial tapi keadilan sosial. Bantuan sosial hanya bersifat sementara tapi keadilan sosial menjamin setiap rakyat terpenuhi hak-haknya. Hal ini sendiri sesuai dengan isi Pancasila sila yang kelima, dikatakan dalam sila tersebut ‘keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’.

4) Kebenaran
Melakukan hal yang benar selalu sulit, melakukan hal yang salah selalu lebih mudah dan memang dimana-mana sekarang ini kebenaran menjadi sesuatu yang sulit untuk ditemukan. Pak Ahok bercerita ketika beliau masih menjadi pemilik perusahaan tambang di Babel banyak pejabat yang meminta uang suap agar perusahaannya diberikan ijin beroperasi. Pak Ahok menolak menyuap dan akhirnya perusahaannya ditutup. Klasik sekali. Tapi beliau tetap tidak menyerah dan tetap melakukan hal yang benar, baginya kebobrokan seperti praktik suap yang dilakukan para pejabat kita harus dilawan dengan tetap melakukan hal-hal yang benar. “Kebenaran pasti menang”, begitu kata beliau dengan yakin terhadap apa yang dilakukannya selama ini. Keberanian Pak Ahok dalam melakukan hal yang benar meskipun dikelilingi ketidakbenaran ini sungguh memotivasi dan menggairahkan semangat saya untuk juga melakukan hal yang benar dalam kapasitas saya sebagai seorang mahasiswa.

Itulah beberapa poin yang paling penting yang bisa saya pelajari dari beliau. Banyak lagi sebenarnya bagian cerita dari beliau yang sangat memotivasi tapi rasanya akan sangat berbeda jika saya yang menceritakan dan rasanya cerita itu akan berkurang kekuatannya karena tidak diceritakan langsung oleh beliau. Mungkin lain kali jika ada kesempatan saya bisa tuliskan dalam tulisan saya yang lain. :)
bersama Pak Ahok (kedua dari kiri)
catatan: tulisan ini bersifat opini pribadi, jika ada beberapa penggunaan kata dan kalimat yang kurang berkenan dalam tulisan ini penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya.

¤ 01 - 26 - 12 (PM)
0 notes
Reblog