Ahok BTP: luar biasa! (1)

Sabtu (21/1/2011)  kemarin saya dan beberapa teman dari LPMI mendapat kesempatan untuk berdialog dan berdiskusi langsung dengan Bapak Ir. Basuk Tjahja Purnama atau yang lebih dikenal dengan Ahok dalam sebuah acara bertajuk Christian Leadership Dialogue. Bertempat di kantor pusat LPMI, Jakarta, dialog yang berlangsung kurang lebih 2 jam itu sangat memberikan banyak pelajaran buat saya. 

Sebelum diskusi kemarin saya sudah cukup sering membaca artikel dan berita mengenai tokoh yang satu ini. Tapi hanya membaca dan tidak melihat langsung tentu ada yang kurang. Saya juga sempat menonton video Pak Ahok ketika beliau mengikuti rapat di komisi II DPR dan beliau mengkritik banyaknya penyimpangan di negara ini (lihat video), jujur saja melihat ada orang yang begitu vokal menyuarakan kebenaran di tengah banyaknya kebobrokan anggota dewan kita cukup untuk membuat saya terkagum-kagum.

Baiklah, kembali ke acara :)

Diskusi dibuka dengan pembacaan profil singkat Pak Ahok oleh moderator. Setelah itu Pak Ahok dipersilakan untuk memberikan pengantar diskusi. Yang menarik disini adalah ketika Pak Ahok akan berbicara saya menduga pengantar yang akan disampaikannya adalah penjelasan tentang dirinya atau mungkin cerita mengenai dirinya yang mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta, sebagai tambahan info saat ini beliau memang sedang dalam tahap pengumpulan dukungan untuk maju menjadi salah satu calon DKI 1. Seketika ketika Pak Ahok mulai berbicara saya akhirnya tahu bahwa perkiraan saya tidak satu pun yang benar! Di luar perkiraan saya justru beliau malah memberikan pengantar mengenai firman Tuhan. Dan dari cara nya berkata-kata yang sangat lancar dan sangat menguasai isi Alkitab saya yakin beliau bukan orang kristen asal-asalan. Tebakan saya cukup benar meskipun saya juga cukup terkejut mengetahui faktanya dia adalah mantan ketua majelis di salah satu gereja di Babel (Bangka Belitung).

Acara berlanjut ke diskusi. Karena sifat diskusinya ini lebih banyak berbagi pengalaman dari Pak Ahok jadi saya tidak menuliskan secara lengkap jalannya diskusi. Untuk itu saya tuliskan saja beberapa point yang saya dapat pelajari dari pengalaman dan kesaksian beliau:

1) Pelayanan
Sebagai seorang mantan ketua majelis gereja Pak Ahok tentu saja sudah sangat banyak melakukan pelayanan, beliau menuturkan sendiri bahwa dirinya sudah sangat sering melakukan pelayanan untuk orang sakit, ikut mission trip, dan mengunjungi jemaat gereja nya. Menjadi seorang ketua majelis ditambah lagi mempunyai jabatan sosial yang cukup tinggi terkadang membuat dia lupa motivasinya dalam pelayanan. Sampai akhirnya pada suatu titik dia akhirnya tersadar bahwa segala pelayanan yang dilakukannya bukan bertujuan menyenangkan Tuhan melainkan karena beliau takut semua berkat yang diterimanya sewaktu-waktu bisa hilang. Karena itu beliau berpesan kepada setiap anak Tuhan agar senantiasa mengecek hati masing-masing apakah motivasi pelayanan yang dilakukan murni untuk Tuhan atau untuk hal-hal lain.

2) Karakter
Salah satu permasalahan yang ada di Indonesia saat ini adalah hampir semua pejabat kita melakukan hal-hal korup karena itu tidak heran jika rakyat sudah tidak  mempercayai siapapun yang memimpin bangsa ini. Menurut Pak Ahok ini hanya bisa diubah jika pribadi-pribadi yang idealis (terlebih lagi anak-anak Tuhan) mau maju dan terjun langsung ke dunia pemerintahan. Yang paling gampang menurutnya adalah maju ke DPRD tingkat II, jadikan itu menjadi panggung untuk menguji karakter masing-masing. Rakyat akan melihat jika kita mampu menjaga karakter kita tetap benar dan berintegritas maka mereka akan percaya bahwa ada orang yang bisa mengubah bangsa ini dan itulah kesempatan untuk maju ke tingkat yang lebih tinggi lagi. 
Kenapa DPRD tingkat II? Sebenarnya yg jadi masalah bukan DPRD nya tapi kekuasaan/jabatan untuk menguji karakter seseorang. Teori Abraham Lincoln mengatakan seseorang akan menunjukkan karakter sebenarnya ketika dia diberi kekuasaan. 

(bersambung ke sini )

¤ 01 - 23 - 12 (AM)
Notes
Reblog